Hikmah Sakit Dalam Kehidupan

Dah lama tak kena migrain, tetiba kena balik.. ermm... mungkin salah AT gak sebab last week, makan & minum tak berjaga.. main belasah jer... nak kata STRESS pun yer jugak.. hari sabtu lepas, habis jer kelas, terus kena.. nak balik rumah, dari 40 minit jadi 1 jam.. terpaksa drive slow.. hari hujan pulak tu, adoiii, dugaan sungguh..  migrain merebak sampai ke hari minggu.. hari senin nak gi kerja, berpinar mata.. nasib badan..

bercerita pasal sakit, meh kita cerita sikit, hikmah sakit dalam kehidupan..

***********************

Dalam sebuah buku yang berjudul Yasalunaka fi al-Dinwa al-Hayat dan dikutip dalam Tabloid Syiar, Dr. Ahmad al-Syurbasi menulis ada lima hikmah dari sakit yang dialami manusia.

Pertama, sakit merupakan kesempatan untuk beristirahat. Kecenderungan manusia saat sihat adalah memperlakukan tubuhnya laksana robot. Ia terus bekerja demi mengejar kenikmatan dan kesenangan materi tanpa henti dan tanpa memperhatikan kesehatan diri sendiri. Ia tidak menyedari bahwa otot-otot yang ada dalam tubuhnya memiliki keterbatasan.Maka ketika seseorang sakit, ia memperoleh kesempatan untuk beristirahat, sambil melakukan introspeksi dan berpikir untuk memperbaiki pola hidupnya setelah ia sembuh nanti.

Kedua, sakit merupakan pendidikan. Ketika seseorang sakit parah, ia akan memahami betapa mahalnya nilai kesihatan. Ia pun rela mengeluarkan segala yang ia miliki demi kesembuhan penyakitnya.Ketika seseorang sakit, ia akan merasakan betapa nikmatnya selalu ditemani, dilayani, disediakan makanan, dan yang paling nikmat dihibur. Maka, setelah sembuh nanti, ia akan tahu apa yang harus ia lakukan ketika orang lain yang sakit.

Ketiga, sakit merupakan teguran atas kesombongan manusia. Ketika sihat, manusia terkadang bertingkah seolah-olah dialah yang paling gagah, paling berkuasa dan paling berpengaruh. Tapi ketika sakit menderanya, segagah apapun menusia, sebesar apapun manusia dan sebesar apapun pengaruhnya, ia tidak dapat beranjak dari tempat tidurnya. Ketika itu, ia tidak lebih dari seonggok tulang dan darah yang dibungkus kulit.

Keempat, sakit merupakan kesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa. Hal ini bukan hanya dilakukan oleh yang soleh, orang sejahat apapun ketika sakit parah tak bisa berbuat apa-apa. Tangannya tidak ringan lagi. Mulutnya tak mampu mencacimaki lagi. Yang ada hanyalah penyesalan dan penyeselan.Di samping itu, sakit yang diderita manusia merupakan kesempatan untuk memohon ampun atas dosa-dosanya. Dalam hadits diterangkan. “Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, sakit, kebingungan, kesedihan dan keruwetan hidup, atau bahkan tertusuk duri, kecuali Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Muttafaq Alaih).

Kelima, sakit merupakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan keluarga dan sosial. Ketika seseorang sakit, kerabat dekat akan semakin dekat, kerabat jauh akan menjadi dekat dan yang kenal akan semakin akrab. Ketika seorang anak sakit, orang tua akan semakin sayang dan perhatian terhadap anaknya. Sebaliknya, ketika orang tua sakit, sang anak akan semakin sayang dan hormat kepada orang tuanya.

**petikan dari blogger Khairul Faizi

***********************

"Alhamdulillah dan syukur di atas ujian Mu Ya Allah"..  Jangan cepat mengeluh jika kita diberi 'musibah' kecil ini.. Dugaan yang Allah SWT beri tu semuanya sebagai tanda yang Dia sayangkan kita.. Jangan bila senang kita lupa Dia, bila susah baru merayu bantuan Dia.. Ini ingatan untuk diri sendiri juga.. Sebagai manusia, kita memang takkan boleh lari dari melakukan kesilapan.. sama ada kita sedar atau tidak..  Senantiasalah beristiqamah...


A.d.i.o.s



Comments

Post a Comment

TQ sebab sudi tinggalkan komen.
Kawan2 memang terbaik..
♥^_^♥

Popular posts from this blog

Si Hijau ku merajuk lagi!!!! - masalah hon & minyak hitam terlebih

Mencari Ramli Musim Ke-5 Kini Bermula!